Minggu, 20 September 2020

Sekapur Sirih

Bismillah, 

Perkenalkan nama saya erni, saya merupakan pemilik atau owner dari Erni's kuliner samarinda. 

Erni's kuliner samarinda ide awalnya terbentuk pada bulan januari 2013, awalnya kami bukan berada dalam bisnis kuliner seperti sekarang ini.  Kami lalui dengan berbagai bisnis dengan mencoba semua potensi dan peluang yg di isyaratkan pasar. Mulai dari membuka toko kelontong, berjualan daster dan baju bayi, kosmetik dan berbagai macam vitamin. 

Awalnya kami mulai dengan modal kecil 50rb saat itu, itu diambil dari uang belanja harian, saya disisihkan sedikit untuk modal awal. Melihat kegigihan dan keseriusan saya abi "ayahnya anak-anak" begitu saya memanggilnya. Mulai mengucurkan modal usaha yg lumayan besar, modal itu kami pergunakan untuk membangun toko kelontong dan membeli semua barang untuk dijual. Waktu itu semua rak dibuat sendiri sama abi nya. Sedikit demi sedikit dan akhirnya selesai juga 6 rak siap mengisi warung kami. Disela berjualan sembako saya mencoba berbagai peluang, yang paling booming waktu itu adalah pakaian bayi, alhamdulillah keuntungan nya tembus dua digit. 

Sebagai usaha yang tergolong baru toko kami mengalami berbagai cobaan, sempat berpindah 3 kali dan akhirnya tumbang juga, bisnis tutup karena kelelahan berpindah. Barangnya habis dan modalnya ludes. 

Tidak menyerah sampai disitu saya mulai lebih giat lagi menjual vitamin anak, kondisi yg mengharuskan kami terpisah, abi nya dilokasi kerja dan saya tetap di samarinda, jadwal off 5:2 abi mengharuskan kami untuk lebih kuat, Bukan karena gaji abi waktu itu kurang,  tetapi lebih ke cita-cita memiliki usaha sendiri yang membuat kami begitu. Setelah melakukan pemikiran yang begitu mendalam dengan berbagai pertimbangan mendalam maka kami putuskan untuk fokus membangun erni's kuliner yang sebenarnya. Kami memulai dengan membeli sebuah rumah dan kami peruntukan sebagai rumah tinggal serta sebagai rumah produksi bagi usaha kami. Dengan modal yang tersisa kami berdua memulai dengan berjualan bakso, awalnya kami giling adonan dipasar, cari bahan sendiri diolah sendiri dijual sendiri dan di distribusi kan sendiri, terkadang kami juga minta bantuan kurir independen untuk membantu pengantaran barang.

Berlanjut sampai sekarang, kami sudah mampu dan memiliki mesin-mesin produksi sendiri, dengan beberapa karyawan kami siap menghadapi persaingan di zona Ukm dan berharap mampu keluar dari zona ini. Menuju pasar global nasional.


Tidak ada komentar: